Buah Hatiku Yang Kunanti, Akhirnya Hadir di Tengah-Tengah Keluargaku

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Sangat kita sadari setiap pasangan setelah menikah pasti memiliki keingan untuk segera memiliki anak. Namun sedikit yang sadar bahwa anak adalah hak Alloh bukan hak setiap pasangan yang sudah menikah, sebagaimana firman-NYA

“Kepunyaan Alloh-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy-Syura: 49-50)

Alhamdulillahirabbil’alamin…

Jum’at pagi, 23 Oktober 2015, pukul 07.03 WIB, keheningan ruangan operasi RS Patroman Medical Center Kota Banjar seketika berubah gegap gempita, terdengar suara tangisan bayi dengan begitu syahdunya, terlahirlah putriku pertama nan cantik yang kami nanti-nanti selama 8 tahun melalui tindakan Seksio Cesaria…Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar… Maha Kuasa Engkau Ya Alloh dengan segala pemberian-Mu.

Ku berilah nama putriku tersebut dengan nama Firstida Queensha Abyaz El Tsaqif, yang berarti putri pertama secantik ratu, penuh taqwa serta memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Semoga. Aamiin.

01. Adequ

Masa penantian yang cukup panjang harus kami lalui berdua, dimana istri saya harus mengalami 2 kali keguguran di tahun 2008 (usia kehamilan 3,5 bulan) dan 2009 (usia kehamilan 1 bulan), kemudian mengalami hamil diluar kandungan dan harus di “operasi”atau pemotongan tuba falopi sebelah kiri di tahun 2010, namun itu semua terjawab, lima tahun kemudian Alloh memberikan kami putri nan cantik di tahun 2015.

Terkadang rasa frustasi dan ketidak percayaan itu menghantui kami, puluhan dokter mulai dari dokter kandungan biasa, konsultan, bahkan hingga Profesor pun sudah kami datangi. Sungguh teringat betul ketika setelah operasi tuba falopi di tahun 2010 dokter mengatakan peluang kehamilan istri saya hanya tinggal 50%, begitu pula dengan dokter yang berbeda setelah di cek via HSG ternyata tuba falopi yang tinggal satu-satunya tersebut pun tersumbat. Dokter-dokter yang kami datangi selanjutnya memberikan opsi apakah mau ambil jalan laparoskopy (operasi untuk membuka sumbatan tuba falopi) atau dengan program bayi tabung.

Berbagai upaya terus kami lakukan, mulai dari konsumsi obat herbal, diet ketat dengan berubah menjadi vegetarian hingga akan melakukan program bayi tabung di Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP Dr Sardjito Jogjakarta pun menjadi pilihan kami. Dan di awal tahun 2015 sekitar bulan Januari, kami memutuskan untuk mendatangi klinik tersebut, berawal dari klinik  itulah nampaknya doa-doa kami mulai terjawab. Kali pertama kami kesana kami langsung bertemu dengan Prof. dr. Dwi Haryadi, SpOG (K. Fer), setelah dilakukan screaning awal dan berbagai diagnosa kami disarankan untuk mengambil program bayi tabung dengan biaya kurang lebih 60 juta (saat itu) dibandingkan melakukan operasi laparoskopy yang kurang lebih biayanya 20 juta, tentunya dengan beberapa macam tindakan awal, namun hal tersebut pun belum tentu menjamin akan berhasil. Dokter mengedukasi kami kemungkinan-kemungkinan apa saja yang akan kami alami ketika mau mengambil program bayi tabung tersebut, termasuk kemungkinan gagal atau tidak berhasil. Kamipun disarankan untuk kembali lagi di awal bulan Maret atau April.

Masih ingat betul, setelah keluar dari klinik tersebut kami pun duduk termenung,  di selasar depan klinik sambil menangis dan berdoa : Ya Alloh Beri Kami Satu Saja !!!, sempat terbesit dalam benak kami sungguh Alloh Yang Maha Kuasa tidak adil kepada kami, begitu beratnya perjuangan ketika ingin mendapatkan seorang buah hati.

Sepulang dari klinik Infertilitas Permata Hati RSUP Dr Sardjito, kamipun tetap berusaha dan berniat kembali ke klinik tersebut untuk  mulai melakukan program bayi tabung tersebut, akan tetapi sebuah keajaiban terjadi ketika suatu malam, tiba-tiba saya dibangunkan oleh istri (waktu itu sekitar pukul 03.00 malam), istri saya ternyata diam-diam membeli test pack karena ia sudah terlambat datang bulan kurang lebih satu minggu, dan Subhanallah setelah melakukan cek dengan test pack ternyata hasilnya positif, artinya tanpa program bayi tabung pun kami diberi oleh-Nya. Seketika kamar kami pun pecah oleh tangsian haru kami, setelah itu sore harinya untuk meneguhkan keyakinan kami, kamipun berangkat ke Purwokerto untuk melakukan USG di dr. Adi Setyawan, SpOG (K) dan betul, ada titik kecil berdenyut di layar monitor yang kata sang dokter itulah janin yang dikandung istri saya, yang waktu itu menurut diagnosisnya berumur 3 minggu. Alhamdulillahirabbil’alamin.

Tentu itu semua ada hikmahnya, barangkali Alloh SWT ingin menguji hambaNya, sampai mana keteguhan iman dan kepercayaan, usaha dan ikhtiar seorang hamba ketika diberikan suatu cobaan yang begitu luar biasa, sampai-sampai kamipun harus bolak-balik Cilacap-Purwokerto-Jogjakarta demi untuk mendapatkan sang buah hati. Hanya satu kata yang bisa kami ucapkan Subhanallah, Maha Suci Alloh dengan segala ketentuannNya.

Dengan 2 kali keguguran dan 1 kali hamil di luar kandungan, kami pun mengalami traumatik yang luar biasa, sehingga pola makan dan istirahat yang cukup nampaknya perlu kami perhatikan untuk berkembangnya sang janin di kandungan istriku. Itupun istriku sempat mengalami ancaman abortus dan harus bed rest 3 hari ketika kehamilannya menginjak usia 8 minggu di klinik dr Adi Setyawan, SpOG (K) Klinik Restu Ibu Purwokerto. Akhirnya dengan kontrol yang ketat dan penuh kehati-hatian lahirlah sang buah hatiku dengan selamat melalui operasi cesar dengan berat 3,1 kg dan panjang 54 cm, pada tanggal 23 oktober 2015, pukul 07.03 WIB. Masih teringat juga di tempat tidur box bayiku di rumah sakit tertulis identitas putriku dan tulisan “BAYI MAHAL”, hemmmm barangkali hal tersebut ingin menegaskan bahwa bayi tersebut didapatkan melalui perjuangan yang begitu panjang, tak kenal lelah, dan penuh air mata. Sekarang putriku telah berusia 7,5 bulan, tumbuh dengan sehat, kuat dan berbobot 8,8 kg, Alhamdulillah.

20160121_111131

Untuk itu bagi calon-calon ayah dan ibu yang selama ini masih dalam penantian, tetap bersabar dan berikhtiar lah, dengan dibarengi doa dan usaha, Insya Alloh Sang Maha Kuasa akan menjawabnya suatu ketika.

Itulah sepenggal cerita dari keluarga kami, mudah2an tulisan ini bermanfaat dan menjadikan semangat untuk kita sekalian

Satu hal yang harus kita percaya, TIDAK ADA KATA TIDAK MUNGKIN BAGI-NYA.

Sekian. Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Advertisements
By grey deka roesstyadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s